Lapar Saat Hujan ?

Musim hujan membuat kita lebih gampang lapar dan untuk bahagia butuh tenaga ekstra loh loh. Makanan hangat berkuah tentu dong cocok untuk kita santap lui! "kata hadran kepada palui".

Bakso,mie ayam dan gorengan jelas menjadi andalan untuk disantap saat hujan,ah tapikan ini tanggal tua lui,lagian di hutan juga nggak ada gojek lui dan km disuruh keluar hujan-hujanan juga nggak mau, Jadi mie instan aja sepertinya lebih asik,apalagi mie soto banjar limau kuit yang akan kita masak dan santap "kata hadran kepada palui".

Jangan lupa beli mie instan soto banjar limau kuit ,mie soto banjar ,mie goreng masak habang melalui www.tokopedia.com/banjarese eh kita di kos punya banyak dran noh dua puluh dus,oiya lupa,tapi tadikan iklan aja lui,masa kita anak kos ngga ada usaha.

Bahan yang kita perlukan untuk membuat mie instan soto banjar limau kuit versi hadran dan palui :

--Empat bungkus mie instan kuah limau kuit atau soto banjar. (Maklum kelaparan jadi empat bungkus)

--Cabai rawit iris kecil-kecil,bagi yang suka pedas. (Jangan ngaku laki ternyata bumbu pedas mie dibuang)

--Empat butir telur ayam kampung atau bebek. (Kalau hadran lebih suka telor bebek halabio)

Perhatian!!!
kenangan pada masa lalu jangan dicampur dalam pembuatan mie,nanti rasanya pahit,jadi terpaksa harus dibuang,kan mubazir! "Apaan sih dran nggak jelas kata palui sembari menghapus air mata yang keluar dari wajah hadran".

Langkah selanjutnya :
--Rebus air di panci kecil atau besar sampai mendidih. Kemudian masukkan mantan eh telur ayam kampung atau telur bebeknya saat air sudah mendidih.

-- Angkat telur sekiranya sudah matang atau buat yang suka setengah mateng seperti palui ngga masalah,sesuaikan selera masing-masing.

-- Kemudian rebus mie instan soto banjar limau kuit atau soto banjar masak hingga mateng. Tiriskan dan selamat menikmati aroma dari mie soto banjar limau kuit,soto banjar,mie goreng masak habang, khas kalimantan selatan.

Jangan lupa berdoa sesuai kepercayaan masing-masing,berdoa mulai.

Lui tolong dong kita ini kan nggak ada minum,masa makan ngga minum,srettt dong,tolong bikih teh gunung sari dulu dah,ahsiap bosqueeee "sahut palui".

Di Balik Jendela

Seketika 
---Ingin rasanya ku bertanya masih adakah wajahku terlukis dalam benakmu wahai perempuanku
Cukup,ya itu saja.

Ingin...

Tapi
---saat melintas sebelum tiba pada tujuan aku melalui jalan di kota kecil dan membaca kalimat "ragu-ragu lebih baik kembali"
Bukankah itu lebih baik,ya itu pasti.

Ragu...

Tenang Dalam Rasa Cemas

Masih ingat tentang kejadian itu,mencoba tenang,walaupun rasa takut terus membuat kami bungkam
Pikiran melayang kesana kemari,tetap mencoba tenang
Kami hanya tertawa menyaksikan kebodohan atas keserakahan kalian,sungguh kasihan!
Tapi kami tidak lupa ucapkan selamat atas pencapaian dan perjuangan yang berhasil merampas HAK kami.
Tapi ingat,janji dalam pikiran yang akan membayar perlakuan ini ;ada sebab-ada akibat yang nanti akan di-terima.
Saat itu jika terjadi tumpah darah bukan-lah hal yang baik,hanya saja kami mengingat hal lain tentang keadilan,tunggu saja!
Harap tetap tenang biarkan rasa cemas membayangi kehidupan kalian
Perlahan cemas akan merasuk kedalam jiwa kalian,perlahan demi perlahan
Kami harap dibalik harapan  hari esok tentang keadilan yang akan terungkap kebenarannya, kalian untuk saat ini tetap tenang sembari menikmati hasil rampasan HAK kami.

Masih Ada

Senja yang diiringi rintik hujan telah benar-benar hilang tenggelam bersama sang malam
Sepanjang jalan lampu-lampu kota pun mulai menyala
Angin berhembus mesra perlahan menghantam tubuh dalam sebuah perjalanan dengan bayang-bayang kehidupan yang masih selalu menyimpan dendam,bayangan yang seakan ingin mehilangkan seluruh ingatan di dalam otak.
Rasa gelisah perlahan mendekap jiwa dalam perjalanan malam ini
Sejenak perjalanan harus berhenti untuk menenangkan jiwa yang mulai berkacamuk dengan bayangan kehidupan pada rasa dendam
Bergumam pada pikiran yang mulai masuk pada pertanyaan tentang bayangan kehidupan pada rasa dendam
Perlahan rintik hujan mulai menaikkan amarahnya
Tak bisa coba redam ketakutan
Tak bisa coba simpan bayangan kehidupan pada rasa dendam
Seakan hujan malam ini ingin menutupi dan menyaksikan tangis serta jerit amarah tentang bayangan kehidupan pada rasa dendam
Dingin hujan menusuk kedalam sukma
Namun jerit amarah kian meluap tentang bayangan kehidupan pada rasa dendam
Menjerit sekuat tenaga hingga rasa dalam ingatan pada rasa dendam menghilang walau hanya untuk sesaat.
***

oops!

Source images by mbah google.

Ada yang lebih penting,sampai lupa hahaha! tarik selimut dulu ah

Sisa Selembar

"Kenapa dran sepertinya lagi ada masalah?" tanya palui yang penuh dengan tai mata sehabis bangun tidur. ..
*
"Nggak apa-apa lui,cuma perkara duit di dompet sisa selembarannya aja nah.." sahut si hadran. ..
*
"Umalah diriku kira dirimu lagi susah buang air besar,makanya muka pucat" kata si palui. ..
*
"Bungulnya ey!!!" sahut hadran. ..
*
"Si jono dari kejauhan mendengar teriakan bungul dari mulut si hadran,
Umalah hadran kenapa jadi berkata kasar" tanya jono. ..
*
"Anu jon ai si palui teman lagi bingung,hmmm malah diajak bercanda" sahut hadran dengan wajah tamvannya. ..
*
"Uuuuu susah gimana ini maksudnya dran"? Jono ini orang banyak uang jadi selow. ..
*
"Jadi gini jon o,aku lagi kehabisan uang,dengan senyum khas ringan dari hadran" senyum mesum. ..
*
"O jadi perlu uang,umalah jangan sungkan bilang pinjam uang sama aku dran,mau pinjam berapa dran ?" Jono selow banyak uang. ..
*
"Sedikit aja jon, ya 80juta"? Kata hadran. ..
*
"Umalah sedikitnya,untuk apa itu uang?" Jono mulai mengkhayal untuk mengibuli hadran. ..
*
"Buat aku sewa prostitusi online jon, eh nggak bercanda, buat usaha jual beli jangkrik jon" jangkrik yang bisa wik. ..
*
"Oh gitu,yaudah ini aku ke atm ku transfer,
Jeda beberapa jam 'maklum untuk menempuh perjalanan ke mesin atm jaraknya kurang lebih dua jam.
Masuklah dran"? Kata jono dengan selow. ..
*
"Beh masuk jon ai 80ribu,mantap"!! wajah hadran merah seperti ah sudahlah. ..
*
"Hahahaha aku adanya segitu doang dran ai,jadikan uang kamu nggak selembar lagi, 20ribunya ada 4 jadi sekarang uang kamu lima lembar kan hahahaha" puas hati jono mengibuli hadran. ..
*
"Nggak apa-apa jon,semoga lain kali bisa 80juta beneran ya uhuyyy,terima kasih jonolah" benar juga ya jadi nggak selembar lagi uangku si hadran bicara dalam hati. ..
*
"Nah gitu dong dran senyum,jangan lupa bersyukur juga,kita masih punya teman seperti jono,dikala susah dia masih mau minjamin uang,walaupun nggak 80juta hahaha." Palui tersenyum ketika bisa memberi kata-kata yang begitu indah kepada abang tamvan si hadran.
***

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved