Kenapa Ya ?

Palui hari ini bingung, sangat bingung, huh terdengar hembusan manjah si palui dikuping hadran, yang membuat hadran geli-geli ingin menampar wajah palui. Ternyata setelah diselidiki oleh hadran.

Jadi gini reka ulang kejadian obrolannya :
..
👾 palui : dran,ini kenapa ya ?
💩 hadran : Oh itu,isi pulsa aja selesai am.
👾palui : Wah pintar banget kamu ya dran
💩 hadran : Jelas hadran gitu loh!

Nah gitu lui, kalau apa-apa cerita aja sama abang hadran nan tamvan mempesona ini, jangan diulangi lagi ya. Sahut si palui, ahsiappppp!

Obrolan Singkat

Kulukulukulukuluk *nada telpon hadran* berbunyi. Aduh siapa sih nelpon ganggu orang lagi tidur!!!!! *
Hadran : halo siapa ya?
Mawar : Hai hadran
Hadran : Hai.. *hmmm suaranya kayak kenal*
Mawar : Bagaimana kabar  kamu?
Hadran : hmmm baik,Kamu gimana?...
Mawar : Baik juga,Masih sama yang kemarin?
Hadran : Oh sudah lama kami jalan masing-masing...
Mawar : Wah sayang sekali,kok bisa ?
Hadran : Nggak apa2,sekarang lagi fokus memperbaiki diri aja dan fokus ngebangun masa depan...
Mawar : Prett,Ah yakin?masa sih,nggak yakin aku!?
Hadran : Hahaha ngga apa2 kalau nggak yakin,hmmm siapa tahu kalau ketemu yang cocok dan bisa langsung kejenjang yang lebih serius,berartikan ya mantap...
Mawar : Amin semoga ya
Hadran : Kamu gimana sudah move on belum dengan anu?...
Mawar : Hahaha bisa aja kamu ngebalikin pertanyaan yang sama
Hadran : Lah serius ini?...
Mawar : Yah begitulah,terkadang hati suka nggak sinkron sama pikiran
Hadran : maksudnya gimana itu hahhaa?
Mawar : yah kalau lihat dia jalan sama yang lain,terkadang suka seperti nggak ikhlas gitu
Hadran : sudah ikhlasin aja,terkadang emang gitu gejalanya,tapi lama-lama juga biasa aja
Mawar : iya sih,terima kasih dran
Hadran : sama-sama,lg sibuk nggak? Jalan yuk?
Mawar : kebetulan lagi nggak sibuk,ayo
Hadran : tunggu ya,nanti aku jemput

tut tut tut langsung hadran tancap gas!
***

Bayangkan

Suara rakyat jelata ketika kelaparan
"Ibu,maafkan bapak belum bisa beli beras hari ini,semoga besok ada beras yang mampu bapak beli,sabar ya bu"
Suara gadis kecil mendorong gerobak berisi sampah
"Ibu,aku ingin sekolah dan tidak ingin seperti ini,aku lelah bu,sabar ya anak ku"
Suara bangunan kota menyaksikan manusia
"Pagi,siang,malam hingga dini hari masih saja mereka berlomba memperkaya diri"
Suara hutan kota
"Ah wahai saudara kita di hutan sana sedang ketakutan akan statusnya,siaga dan bersiap diri ketika mereka akan diperkosa,dibunuh dan dibuang,seperti saudara hutan kita di kota lain"
Suara penyair
"Tetap menyuarakan hak orang-orang kecil, walaupun urusan perut belum sempat diurus"
Suara jalanan
"Ah sakit terlindas setiap hari,siapa yang melintas diatasku,si miskinkah,si kayakah,si pendosakah, si ahli surgakah, si si siapa saja"
Suara penduduk asli
"Loh kok gitu,loh kenapa,loh kok bisa,kita turis ya?"
Suara perampas hak kebahagiaan manusia dan ketenangan alam
"Bagaimana jika kita diam,kan kita sudah punya segalanya dan hanya menyaksikan penderitaan mereka ha ha ha".

Siapa Dia ?

disiang hari yang panas dan tolol
disisi jalan yang biasa ku melintas hanya ada kemesraan pohon pisang dan warung kecil berisi kuli penikmat kopi sebelum berangkat mencari rezeki 
tiba-tiba saja berubah
mulai berdiri gagah poster dan spanduk besar dengan wajah yang tersenyum manis bibir merah merona "seperti ingin dikecup sang suami"
berpose gagah menggunakan jas
tentunya jas hitam bersih dan rapi seperti ingin pergi ke kantor "hati-hati ayah kata sang anak"
siapa dia ?
disisipkan quote yang selalu saja sama dengan sang pendahulu
ah sial
siapa dia ?

Akhir Rasa

meski kau mencoba terus mencari tanya
waktu tak akan sama memberi jawaban
keberadaanku yang tak lagi sebagai kenangan
sudahlah...
yang bahagia akan selalu tertawa
Biarlah...
yang berduka akan menangis
kemudian bangkit...
             ***

Tanya Tentang Ingatan

aku teringat lebih tepatnya dipaksa mencoba mengingat lebih dalam
di jalan-jalan yang meninggalkan jejak dari cerita masa lalu
ku dengar masih saja ada suara seperti rasa risau,gundah,gelisah
entahlah,apakah aku harus berharap
akankah kembali membuat keputusan yang salah
mempertemukan jalan kita pada sebuah persimpangan
ketika kenangan tidak mampu kita simpan dalam ruang ingatan
di saat hati tidak dapat disatukan
terasa sunyi disaat melihat
ada saatnya 
perlahan
semua 
akan
damai
bukankah begitu!

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved