Cucu Datu ?

Jono dan hadran melakukan riding dari kotabanjarbaru menuju kota kandangan, tiba-tiba ditengah jalan hadran berteriak Jon tunggu sebentar ya, aku sudah kebelet !!!
Datu datu cucu pian umpat bekamih jangan ganggu anak cucu, kata hadran ketika sudah tidak kuat lagi untuk buang air kecil di pinggir jalan yang tidak ada satupun rumah warga,kiri kanan kulihat saja banyak pohon gatah.

Jono terheran-heran ketika mendengar perkataan hadran, karena jono teman baru hadran dari jawa tengah.

Hadran : datu-datu cucu pian umpat bekamih jangan ganggu anak cucu....brrr lega
Jono : apa itu artinya dran ?
Hadran : oh artinya kita numpang permisi buang air kecil, kami sebagai orang kalimantan selatan, mungkin sebagian masih ada yang berucap seperti itu sebelum buang air kecil atau besar disekitar hutan atau tempat-tempat yang terlihat tidak ada orangnya. 
Jono : ooooh ayuai aku bekamih jua dulu nah *logat jawanya medok*
Jono : datu-datu cucu pian umpat bekamih *logat jawanya medok*
Hadran : nah kada bangkak am ampun kam jon ai 
Jono : apa yang bengkak dran ?
Hadran : siutuh 
Jono : hahahah edan .
.
Melintas di jalanan yang terlihat sepi seakan-akan tidak ada orang, jangan salah, pasti dong ada penunggunya, jadi tidak ada salahnya juga numpang permisi kepada alam atau penunggu disana. Percaya tidak percaya tidak masalah. 
.
$Kamus banjar$
umpat bekamih = numpang buang air kecil
.
***

Lupa

Tawaku ngakak
Tawaku terbahak
Tawaku cekakakan
Tawaku cekikikan
Dengan berbagai macam gaya aku tertawa
Hingga aku lupa tetanggaku belum makan
Ha ha ha 
Huh dasar lupa diri
***

Saat


kita mulai lupa pada waktu
padahal waktu selalu menemani kita
di kala muram dan sunyi yang membelenggu
kita mencoba melawan
kita tak pernah tahu
hingga kita saling terlupa

***

Santai Sejenak Setelah Lulus Kuli ah!?

Setelah lulus kuli ah bukanlah hal yang baik untuk bersantai-santai walaupun sejenak, karena kehidupan dalam pencarian jati diri akan dimulai, ya memang sebagian orang memilih untuk santai sejenak setelah lulus kuli ah, mungkin karena kehidupan secara finansialnya stabil, dia bisa pergi traveling, menghabiskan waktu bermain game sampai lupa waktu kalau dia calon pengangguran.
Menurut hadran itu sangatlah merugi, kenapa? Karena persaingan untuk mencari pekerjaaan bagi yang masih memiliki jiwa pekerja seperti hadran sangatlah perlu memakan banyak waktu, tidak praktis dalam mendapatkan pekerjaan, kecuali punya orang dalam seperti orang tua sendiri yang punya perusahaan, keluarga yang punya jabatan tinggi, mungkin akan sangatlah mudah, maka hal untuk bersantai setelah lulus kuli ah sangatlah bagus. 

Oh tidak untuk hadran yang secara finansial masih kurang stabil,  mendapatkan pekerjaan sangatlah penting dibanding harus bersantai saat lulus kuli ah, semangat mahasiwah yang baru lulus itu berapi-api akan menjadi moment yang sangat bagus, bisa berguna untuk kinerja suatu perusahaan. 

Ketika sesudah mendapatkan pekerjaan, baru memikirkan buat cuti tahunan untuk bersantai traveling, alangkah baiknya seperti itu ya kata hadran bercuap kepada diri sendiri didepan kaca dengan wajah tamvan nan mempesona.
~
Source images by palui ~

Curhat Pengangguran!

Misteri ijazah para sarjana yang masih menjadi tanda tanya besar
Semakin tahun semakin banyak lamaran pekerjaan yang didominasi para sarjana
O o o pengangguran

Wah mereka sarjana,wah kok pengangguran
Wah mana keahlian dan ilmu seorang sarjana
Wah kenapa tidak berwirausaha
Cibir tetangga,cibir orang-orang terdekat bahkan orang tercinta

Kantong tipis,masih minta uang dengan orang tua,malu sih
Berlagak di sosial media posting semua hal seakan paling mengerti
Melupakan tugas dan tanggung jawab seorang sarjana
O o o penganggura5n
Iya ha ha ha

Mengeluh kepada pemerintah
Susah,lapangan pekerjaan sedikit
Katanya ada,oiya kan hanya Janji janji janji
O o o masih jadi pengangguran
Iya ha ha ha

Masih jadi penonton para badut berdasi yang menyalah gunakan hak dan kewajiban
Ah masih jadi penonton
Ah mengkhayal untuk membawa perubahan
O o o masih jadi pengangguran

Semoga ya !

Berbagi Rokok!

Hari ini cuacanya sangat cerah secerah  yang lagi baca tulisan ini dalam hati. Biasanya kalau lagi liburan itu enaknya di rumah tidur atau menghabiskan waktu ngobrol dengan orang tua. Tapi hadran memutuskan untuk riding ke kota rantau dengan motor tuanya (c70) eh motornya emang tua tapi yang makai hadran muda dan tamvan loh.
Kurang lebih sekitar satu jam tiga puluh menit dari kota banjarbaru hujan tiba-tiba turun tanpa permisi seperti dia yang pergi tanpa sepatah kata, hilang gitu aja, halah apaan sih. Hadran mulai tampak panik karena motor tuanya kalau kena air biasanya mogok, hadran memutuskn langsung mencari tempat berteduh, kebetulan toko-toko dipinggir jalan sudah mulai tutup,jadi orang banyak berteduh.  Akhirnya hadran dapat tempat berteduh disebuah toko yang ada bengkelnya gitu, tapi hanya ada seorang laki-laki, dalam hati hadran berkata "waduh coba perempuan,kenapa batang sih, kalau perempuan kan enak bisa sambil kenalan".

Hadran mulai menyalakan rokoknya, sembari menoleh perlahan kearah laki-laki tadi seperti gelisah, oh ternyata rokoknya habis, hadran agak songong juga sih, sebattt dulu mang, kata hadran kepada seorang laki-laki tadi, wah terima kasih rokoknya mas.
..
Obrolan mulai terjadi ~
Hadran : mau kemana mang?
Laki-laki : mau jalan ke bitahan, km mau kemana mas?
Hadran : wah searah aja bitahan tuh,aku mau ke trantang nih,tiba-tiba hujan disini nah,padahal disana tadi cerah loh mang..
Laki-laki : iya disini hujan kadang tiba-tiba datang mas,kayak mantan.
Hadran : *hening* ah bisa aja siamang
Laki-laki : mas hujannya sudah mulai reda itu
Hadran : iya mang,aku duluan ya mang, *tiba-tiba* motornya nggak bisa nyala
Laki-laki : kenapa motornya mas?mogokkah?
Hadran : iya mang,wadaw
Laki-laki : yaudah sini aku bantu dorong,kan searah juga.

Brrr brr brr dalam hati hadran berkata *untung tadi aku nawarin rokok, coba kalau nggak, bisa nggak kenal dan bakalan dorong ini motor berkilo-kilo,  ternyata masih banyak orang baik,  hanya dari sebatang rokok loh, tidak ada kecurigaan dengan orang yang tidak dikenal*

Bukbukbukbuk

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved