Suara Bulan Desember

 

Menghela nafas dikala akhir bulan desember
Dalam kesendirian dengan selalu memandang langit
Langit akan terasa lebih indah saat bersamamu
Dalam ingatan yang pernah singgah dalam hati


Semua seakan bergerak cepat mengikuti kata hati
Dalam ruang kepalsuan tanpa ada yang menyadari
Tentu dengan hiasan senyum lebar di wajah
Perasaan dan emosi tidak akan pernah berhenti berharap

Sekali lagi atas dukungan yang pernah ada
Apakah dirimu sudi untuk kembali melihatnya
Saat semua pernah terhubung hilang begitu saja
Jangan biarkan air mata ini terus menggila

Pesan Bulan Desember

 

Apakah sekarang aku masih bermimpi
Apakah langit sudah tidak sanggup membendung air matanya
Apapun keadaan cuacanya
Aku hanya ingin selalu melihatmu 

Seperti angin yang bermimpi untuk esok hari
Aku tidak ingin membuatmu kembali resah
Ijinkan aku menjagamu
Karena waktu tidak pernah berhenti

Kita masih menikmati hujan di langit yang sama
Berharap sehabis hujan pelangi memberi keindahan
Dengan alunan kicau riang dari sang alam
Biarkan secara perlahan rasa ini selalu mendekap erat

Jangan Selalu Bersembunyi

 

Saat begitu lama bersembunyi dalam gelap kesunyian
Kau masih biarkan air mata terus membasahi wajah nan cantik itu
Berapa lama kau akan selalu menghitung hari-hari yang berlalu
Apakah kau tidak rindu pada canda tawa yang telah lama hilang


Coba lihat di luar jendela ada sinar rembulan yang begitu mempesona
Tidakkah kau pernah membayangkan rembulan seperti wajahmu
Jangan pernah kau ragu dengan apa yang kau inginkan
Kembali jalani hari-hari yang menghadirkan senyum setiap langhkahmu

Di mana kau akan kembali bertatapan dan menghadirkan rasa cinta
Walau kau tidak selalu suka dengan berjalan dari awal
Biarkan kembali kau menatap wajah baru dan biarkan jantung selalu berdebar
Dengan perasaan yang begitu menghangatkan seperti sinar mentari pagi

Hanya Ingin Kembali Merasakan

 


Sekarang di tengah malam di mana hari akan berganti
Aku teringat pada suatu kenangan bodoh dan menyenangkan
Banyak hal yang telah terlewati dengan canda tawa bersama
Tapi aku terjatuh dan menghilang atas keinginanku sendiri

Melihat situasi yang sudah tentu berbeda
Biarkan aku kembali mengawasi dari kejauhan
Walaupun tidak bisa selalu menggapaimu kembali
Tapi akan selalu tetap terhubung

Tanpa harus saling berdampingan
Meski kesadaran sudah berada dipuncaknya
Kesepian dan sia-sia tidaklah menjadi masalah
Tidak akan pernah lari ataupun sembunyi

Hingga saling menyadari ada sesuatu yang telah hilang
Pandanglah ke atas langit aku masih mengawasimu
Tidak perlu risau di manapun engkau berada
Sebab aku menanti hari dimana jantung akan kembali berdebar-debar

Hingga Waktu Berbicara

 

Keraguan dan rasa gelisah yang selalu menemani
Kini semua begitu mudah dari waktu ke waktu
Saat rasa sakit berkurang seiring dengan waktu
Walau selalu menari di atas setiap harapan

Terkadang ingin berbisik,tapi tak sempat terucap
Harus berapa banyak air mata yang terjebak
Tidak saat pelukan menghangatkan semuanya
Jangan pernah lewatkan setiap kata-kata yang pernah terdengar

Biarkan bergetar hingga merasuk ke dalam jiwa
Berharap setiap kali membuka mata
Setiap satu mimpi akan menjadi kenyataan
Hingga waktu kembali berbicara

Jika semua akan kembali
Lupakan semua cerita yang pernah berubah
Jangan biarkan terpenjara oleh cerita masa lampau
Hiduplah kembali dengan cerita baru.

Jangan Biarkan Aku Sendiri

 

Dengan kerisauan hati
Aku berdialog mesra pada rasa bosan
Mohon jangan biarkan tercipta keraguan
Sebab tempat singgah ada padanya

Jika rasa bosan kembali menghampiri
Untuk mengatakan rindu oh wahai kasihku
Maka ingatkan aku saat memintamu membalasnya
Aku pasti akan mengerti

Hingga aku kembali tersadar
Engkau alasanku selalu mengucap rindu
Yang selalu senantiasa membuatku tersenyum
Malam-malamku menjadi bersinar

Tidak banyak harapku
Jangan pernah kau pergi jauh
Biarkan jiwamu merasuk dalam jiwaku
Dan jalani seperti janji yang selalu terucap mesra.

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved