Ketika Lupa Bersyukur

Selalu ingin hidup kaya dan bahagia
Selalu ingin menang
Selalu ingin menjadi yang terbaik           

Selalu ingin dicintai
Selalu ingin dihormati
Selalu ingin memimpin dan bukan dipimpin

Selalu iri cemburu pada orang lain
Selalu ingin menjadi yang benar dan pertama
Selalu ingin dikenali semua orang

Selalu ingin.....selalu ingin.....
Sebenarnya kita sadar akan hal selalu bersyukur
Karena kita.....
Hanyalah.....titipan Allah
                                                                                       
"Semoga kita bisa selalu bersyukur
atas nikmat yang diberikan Allah
sekarang dan selamanya"

Hujan

Terjebak dalam getar irama hujan
Dinginnya udara membuat orang-orang menggigil
Merasakan.....duka langit

Kebisingan jalan pun tak lagi terdengar
Irama petir mengiringi irama hujan
Orang-orang ketakukan saat mendengarnya

Banyak orang yang menepi
Sebagian menerobos derasnya hujan
Gelisah pun menghampiri wajah orang-orang itu

Kesunyian

Hati ini gundah gelisah

Memandang orang disekitar dengan tatapan kosong
Yang terlihat jelas hanyalah senyum penuh kepalsuan

Terdiam dan merenung
Menghitung daun yang jatuh dari pohon
Tak satupun dapat dipahami

Membiarkan angin menghantam tubuh
Mencoba membangunkan dari kesunyian
Tapi....Kesunyian membuat tenggelam raga

Ini kesunyian bukan yang pertama
Karena kesunyian bagian dari jiwa 
Biarkan....semuanya berlalu

Jangan Ada Dendam

Cerita lama pasti sudah berlalu
Tidak perlu untuk dibuka kembali
Perasaan suka dan duka telah dilewati
Cerita baru memulai lembaran yang baru
Dengan segenap harapan dan impian yang berbeda
Terus membuat lembaran baru tanpa ada rasa dendam
Cerita lama dan baru
Akan menjadi cerita dimasa depan
Bersama engkau.........

Tak Ada Yang Tahu

Kita merindu lagi
Menyaksikan canda tawa kebersamaan bulan bintang
Kita merindu lagi
Ukiran malam keluh kesah
Kita merindu lagi
Ditanah ini tanah yang kita pijak dulu
Kita merindu lagi
Saat nanti kita jauh
Kita merindu lagi
Saat waktu memisahkan.

Wanita Tua Dan Gerobak

Panasnya matahari tidak mematahkan semangat
Mencari rezeki tanpa mengeluh hanya untuk sesuap nasi
Senyum dijawahnya menutupi kesedihan yang dipendam
Tak peduli dengan cibiran orang-orang disekitar
Beribu-ribu orang dialunan kota memandang dengan kejinya
Bergelut dengan aroma yang tak sedap
Berpindah dari satu tempat ketempat lain

Kebisingan ditengah kota adalah......
Melodi langkah kaki dan kegelisahan hatinya
Gerobak yang lusuh itu adalah sahabatnya
Sahabatnya......dalam mencari rezeki
Apakah kemiskinan selalu seperti itu
Jika boleh protes pada tuhan......
Aku hanya ajukan sedikit tuntutan
Meskipun kebisingan menghiasi harinya
Meskipun aroma tak sedap menghiasi harinya
Wanita tua itu tidak mengeluh

Bagaimana dengan pemimpin kota ini
apakah peduli

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved