Hingga Waktu Berbicara

 

Keraguan dan rasa gelisah yang selalu menemani
Kini semua begitu mudah dari waktu ke waktu
Saat rasa sakit berkurang seiring dengan waktu
Walau selalu menari di atas setiap harapan

Terkadang ingin berbisik,tapi tak sempat terucap
Harus berapa banyak air mata yang terjebak
Tidak saat pelukan menghangatkan semuanya
Jangan pernah lewatkan setiap kata-kata yang pernah terdengar

Biarkan bergetar hingga merasuk ke dalam jiwa
Berharap setiap kali membuka mata
Setiap satu mimpi akan menjadi kenyataan
Hingga waktu kembali berbicara

Jika semua akan kembali
Lupakan semua cerita yang pernah berubah
Jangan biarkan terpenjara oleh cerita masa lampau
Hiduplah kembali dengan cerita baru.

Jangan Biarkan Aku Sendiri

 

Dengan kerisauan hati
Aku berdialog mesra pada rasa bosan
Mohon jangan biarkan tercipta keraguan
Sebab tempat singgah ada padanya

Jika rasa bosan kembali menghampiri
Untuk mengatakan rindu oh wahai kasihku
Maka ingatkan aku saat memintamu membalasnya
Aku pasti akan mengerti

Hingga aku kembali tersadar
Engkau alasanku selalu mengucap rindu
Yang selalu senantiasa membuatku tersenyum
Malam-malamku menjadi bersinar

Tidak banyak harapku
Jangan pernah kau pergi jauh
Biarkan jiwamu merasuk dalam jiwaku
Dan jalani seperti janji yang selalu terucap mesra.

Belum Sempat Terucap

 

Sejak hari itu,aku bermimpi dengan mimpi yang selalu berulang
Ketakutan yang tidak bisa hilang dengan begitu saja
Aku memiliki rasa tidak nyaman yang selalu berulang
Hari-hari penyesalan yang selalu berlangsung,hingga sekarang

Tubuhku masih menggigil,namun masih bisa berdiri tegak
Aku mencoba menahan rasa itu,selalu tanpa ada jawaban
Kebencian dan kesedihan yang harus dihindari
Bahwa ini hanyalah kenyataan yang tak ada harapan

Dilain waktu pertemuan kita
Aku akan mencari jawaban yang lebih baik untukmu
Ada hal yang sangat ingin kukatakan padamu
Walaupun banyak hal yang sudah terjadi.

Biarkan Aku Berlayar

 

Perlahan aku bisa merasakan
Ketakutan pada malam tidak ada lagi
Aku terus berlayar dalam gelapnya malam
Bersama udara malam yang mendesis seperti jeratmu sayang

Apakah kau bisa melihatku kembali
Yang selalu menunggu dalam gelapnya malam
Yang selalu berharap bisa berlayar bersamamu
Jangan biarkan rasa ini berlayar dengan sendirinya

Seakan tidak tahu arah
Haruskah aku pergi dengan wajah bahagia
Dan kembali berlayar hingga aku lupa
Apakah itu kau yang selalu memanggil mesra namaku.
 

Masih Tentang Kabut Asap

 

Kenapa ada orang yang senang membakar lahan
Sedangkan anak mereka selalu menikmati kabut asap
Kenapa ada orang yang senang menerima uang haram
Sedangkan anak mereka selalu menikmati untuk dimakan

Kenapa tuan kaya tertawa saat memberi uang
Sedangkan tuan miskin masih sibuk membakar lahan
Hanya karena uang,kabut asap menjadi petaka setiap tahun
Bukankah itu menjadi hal yang sangat lucu

Selalu berulang dan berulang
Tidak ada perubahan,hanya menjadi semakin buruk
Oh Tuhan,kau menyaksikan segalanya
Tanah lahirku hanya berselimutkan duka kabut asap

Kembali berharap dan selalu berharap
Semoga tuan pembakar lahan tidak mementingkan uang
Coba rataplah alam sekitar
Jangan biarkan alam menerima duka yang selalu berulang.

Gelap Malam

 

Angin malam menghantam tubuh dengan mesra
Malam begitu tenang,hanya ada gemerlap cahaya bintang
Sedikit alunan musik dari binatang malam
Perlahan ku mengenang pada kesalahan masa lalu

Jika ikhlas membuat hati damai
Maka akan kucoba berdamai dengan hati
Hingga kesalahan masa lalu menjadi pelajaran
Untuk masa depan...

Dan jika saatnya tiba berjumpa dengannya
Kesalahan masa lalu tidak akan kembali terulang
Hingga tercipta kemesraan dalam setiap suka duka
Ya...harapan yang memang sederhana

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved