Sebuah Ingatan

Kenapa masih di sini
Kenapa tak pergi 
“Kata dirimu”

Tak ada senyum
Tak ada air mata
“Begitu jelas di wajahmu”

Bahagia bersama-sama
Satu harapan untuk satu tujuan
“Ucap janji hati kita”

Apa dirimu lupa
Memohon doa-doa pada-Nya
“Tak ada jawab darimu”.

Selalu Mengingat Namamu

Ketika dalam kesusahan begitu dekat denganmu
Selalu menyebut namamu Ya Tuhan ku…..
Ketika dalam kebahagiaan 
Selalu ingin tetap menyebut namamu seperti berada dalam kesusahan
Jangan biarkan rasa bahagia membuat lupa padamu Ya Tuhan ku…..
Setiap hembus nafas dan detak jantung bersama mengingatmu
Selalu bersamamu…..
Selalu mengingat petunjukmu Ya Tuhan ku.

Wanita Tua Dan Anak

Di lampu merah tepat tengah keramaian kota
Suara-suara mobil dan motor mewah berhenti
Terlihat wanita tua dan anaknya
Menadahkan tangan
Memohon sedikit uang
“Tolonglah pak bu mas ! anak saya belum makan”

Di tengah-tengah keramian,toko-toko,rumah warga
Sang anak menadahkan tangan
Memohon sedikit uang
“Tolonglah pak bu mas ! saya dan ibu belum makan”
Ketika…..seseorang memberikan uang
“Ucap kata sang ibu,terimakasih dan beribu doa” 
Sebagian ada yang tak peduli
“Sang anak menundukan kepala dan berlari ketempat lain”

Duduk lah ibu dan anak di kaki lima
Sang ibu memeluk anaknya
Mata sang ibu terlihat jelas “kesedihan,rasa malu,keputusasaan”
Dan berharap kehidupan yang tak seperti ini.

Sebuah Kenangan

Apakah perlu membenci pada sebuah kenangan
Kenangan mengajarkan kita merasakan pahit dan manis
Kenangan mengajarkan kita pada sebuah peringatan yang nyata
Tuk mengenali suatu tindakan di kehidupan yang baru
Tak pantas…..saling membenci
Simpan kenangan ini…..
Agar menjadi rekan pengingat sepanjang usia…..

Ini Kehidupan

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu
Baru beberapa tahun yang lalu,aku lulus sekolah
Kini sudah bekerja dan kuliah
Bekerja…..untuk mengubah hidupku dan keluarga
Kuliah…..untuk pendidikan yang lebih baik
Sejarah hidup yang tak pernah terpikirkan
Dunia masih berputar,terimakasih Tuhan
Warna hitam yang menghiasi kepala,kini pun mulai memutih
Wajah rupawan yang pernah terlihat,kini pun mulai keriput
Pasti bisa…..membahagiakan orang tua
Dan selalu bersama di jalan Tuhan
Ucap dalam hati…..semoga tak lupa 
Mencari pahala agar dosa bisa terhapus. 

Terus Tetap Tersenyum

Haruskan hanya berdiri diam,tentu saja tidak ? dan ketika mulai pergi sendirian tak seorang pun yang memperhatikan,tak ada seorang pun yang menyadari saat menangis ? siapa yang perduli saat seperti ini,hanya Tuhan dan kedua orang tua lah.
Bukan mereka yang selalu membuat tertawa,tak tau kenapa masa-masa kehidupan berada dititik terendah,mereka seperti tak perduli. tak nampak lagi wajah sahabat-sahabat,mereka seperti bukan sahabat. 

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved