Sejak hari itu,aku bermimpi dengan mimpi yang selalu berulang Ketakutan yang tidak bisa hilang dengan begitu saja Aku memiliki rasa tidak nyaman yang selalu berulang Hari-hari penyesalan yang selalu berlangsung,hingga sekarang
Tubuhku masih menggigil,namun masih bisa berdiri tegak Aku mencoba menahan rasa itu,selalu tanpa ada jawaban Kebencian dan kesedihan yang harus dihindari Bahwa ini hanyalah kenyataan yang tak ada harapan
Dilain waktu pertemuan kita Aku akan mencari jawaban yang lebih baik untukmu Ada hal yang sangat ingin kukatakan padamu Walaupun banyak hal yang sudah terjadi.
Perlahan aku bisa merasakan Ketakutan pada malam tidak ada lagi Aku terus berlayar dalam gelapnya malam Bersama udara malam yang mendesis seperti jeratmu sayang
Apakah kau bisa melihatku kembali Yang selalu menunggu dalam gelapnya malam Yang selalu berharap bisa berlayar bersamamu Jangan biarkan rasa ini berlayar dengan sendirinya
Seakan tidak tahu arah Haruskah aku pergi dengan wajah bahagia Dan kembali berlayar hingga aku lupa Apakah itu kau yang selalu memanggil mesra namaku.
Kenapa ada orang yang senang membakar lahan Sedangkan anak mereka selalu menikmati kabut asap Kenapa ada orang yang senang menerima uang haram Sedangkan anak mereka selalu menikmati untuk dimakan Kenapa tuan kaya tertawa saat memberi uang Sedangkan tuan miskin masih sibuk membakar lahan Hanya karena uang,kabut asap menjadi petaka setiap tahun Bukankah itu menjadi hal yang sangat lucu Selalu berulang dan berulang Tidak ada perubahan,hanya menjadi semakin buruk Oh Tuhan,kau menyaksikan segalanya Tanah lahirku hanya berselimutkan duka kabut asap Kembali berharap dan selalu berharap Semoga tuan pembakar lahan tidak mementingkan uang Coba rataplah alam sekitar Jangan biarkan alam menerima duka yang selalu berulang.
Angin malam menghantam tubuh dengan mesra Malam begitu tenang,hanya ada gemerlap cahaya bintang Sedikit alunan musik dari binatang malam Perlahan ku mengenang pada kesalahan masa lalu Jika ikhlas membuat hati damai Maka akan kucoba berdamai dengan hati Hingga kesalahan masa lalu menjadi pelajaran Untuk masa depan... Dan jika saatnya tiba berjumpa dengannya Kesalahan masa lalu tidak akan kembali terulang Hingga tercipta kemesraan dalam setiap suka duka Ya...harapan yang memang sederhana
Yeah, Saya sebagai penduduk asli kalimantan selatan, tentu sangat berbahagia dan bangga :fire , karena hari jadi provinsi kalimantan selatan jatuh pada 14 Agustus 1950 - 14 Agustus 2015, yang ke-65 tahun, waw :rainbow .
Hari jadi provinsi kalimantan selatan kali ini mengangkat tema :
Yang dimaksud dari Saarah Satujuan, Sajukung Sahaluan, Sahati Sakata :
Kita harus selalu setia dengan pancasila, UUD 1945, NKRI, juga dengan proklamasi kemerdekaan Divisi ALRI Pertahanan Kalimantan. Kita harus tetap barakat mufakat dalam membangun banua tercinta, kita harus saling akur antar sesama warga kampung, wakil rakyat juga pejabat pemerintah lainnya. apa yang dikehendaki oleh warga,apa yang pernah dijanjikan, apa yang pernah dirapatkan, segera dikerjakan sesuai rencana. sesuaikan antara suara hati nurani, suara rakyat dan perkataan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan dan Harapan untuk banua tercinta :
Jangan pernah menghkhianati NKRI
Jangan lagi ada dusta-mendusta.
Jangan pernah menghianati pajuan bangsa maupun daerah kita.
Jangan pernah enak sendiri saja sedangkan warga menderita.
Kalau sering mendusta, bila suka ingkar janji, itulah penghianat sejati.
Orang kampung jangan diimingi janji-janji yang tidak mungkin dikerjakan.
Orang kampung jangan ditipu dengan gelar atau ijazah palsu.
Orang kampung jangan disakiti dan hukum yang tidak adil.
Orang kampung harus maju, makmur dan pendidikan yang tinggi.
Filosofi dan Makna dari logo hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-65 :
Warna Hijau: memiliki arti Kesuksesan, Kreatif, Kesuburan dan Persahabatan
Warna Kuning: memiliki arti Kebersamaan, Kesetiaan dan, Kemakmuran
Warna Merah: memiliki arti Keberanian, Kekuatan, Semangat dan, Bertanggung-jawab
Ditambah dengan lambang Jukung Tambangan sebagai alat transportasi Kalimantan Selatan pada tempo dulu yang memiliki makna kebersamaan dalam mengayuh biduk kehidupan untuk mencapai satu tujuan.
Ditambah sedikit pola motif kerasi kembang kenangan untuk menghiasi diatas angka 6 yang memiliki makna keharuman dan kharisma yang tinggi bagi sebuah kota yang maju.
I LOVE KALIMANTAN SELATAN - URANGNYA LANGKAR-LANGKAR.