Hari ini saya dan rombongan road show puisi banjarbaru dengan jadwal mingguan, untuk mengenalkan keindahan syair puisi, lokasinya di pendulangan intan cempaka, yang terletak di kecamatan cempaka, kota banjarbaru, kalimantan selatan. Untuk menuju lokasi pendulangan intan, menempuh jarak kurang lebih 10 km dari kota banjarbaru.
Sebelum ke tempat tujuan utama pembacaan puisi, saya dan rombongan road show puisi menghabiskan waktu santai di warung 41, yang letaknya tidak jauh dari pendulangan intan cempaka, karena sangat disayangkan jika hanya lewat, karena di warung 41 ini terdapat berbagai macam kuliner khas kalimantan selatan yang begitu enak.
Setelah santai untuk sekedar mengisi perut dengan mencicipi berbagai macam kue di warung 41, kami pun melanjutkan perjalanan untuk menuju pendulangan intan cempaka dan tentunya singgah dulu ke tugu Intan Trisakti Cempaka,karena disini terdapat relief sejarah pendulangan intan cempaka, selain menikmati dan memahami gambar relief, kami rombongan road show puisi juga menunggu kedatangan tamu yang siap membuat ramai pembacaan puisi yaitu anak-anak murid SDN Cempaka 2.
Tugu intan trisakti cempaka dibuat pada tahun 1997 dan sejarah singkatnya yang saya baca pada tugu tersebut adalah kelompok pendulang intan menemukan sebuah intan yang cukup besar,saat ditemukan ,beratnya adalah 166,75 karat dan saat diasah menjadi berlian, nilainya mencapai hingga 10 triliun. Dan di tugu intan trisakti juga terdapat nama-nama penemu intan yang berjumlah 43 orang.
Dan anak-anak dari SDN Cempaka 2 saat itu sudah datang, mereka semua dengan sigap mengeluarkan peralatan untuk menulis, disini mereka diberi pengetahuan baru oleh seniman kalimantan selatan – banjarbaru yaitu bapak ali syamsudin arsy, tentu anak-anak itu sangat antusias mendengarkan dan menulis apa yang disampaikan oleh beliau. Dan setelah sesi pembelajaran selesai, anak-anak diminta untuk membaca puisi, waw mereka sangat antusias, saling berebut untuk membaca keindahan syair puisi.
Setelah selesai semua kegiatan di tugu intan trisakti cempaka, kami kembali melanjutkan pembacaan puisi ke lokasi penambangan intan, setelah tiba di lokasi penambangan, kami pun disambut oleh para pendulang batu intan dan batu akik. Setelah selesai semua kegiatan di tugu intan trisakti cempaka, kami kembali melanjutkan pembacaan puisi ke lokasi penambangan intan, setelah tiba di lokasi penambangan, kami pun disambut oleh para pengrajin batu intan dan batu akik.
Ya disinilah kami kembali membaca keindahan syair puisi bersama anak-anak dari SDN Cempaka 2, selain membaca puisi anak-anak juga menulis puisi.dan yang saya lihat saat itu adalah wajah bahagia dari anak-anak yang sudah membacakan puisi,tentu puisi karya mereka sendiri,menari dan tertawa bersama dalam keindahan syair puisi.
Walaupun cuaca saat itu panas dingin,tapi saya dan rombongan tetap semangat,menikmati pemandangan disekitar pendulangan, yang masih jauh dari jamah tangan orang asing.
Karena hari sudah mulai beranjak keriput, kami pun mulai bergegas untuk pulang, sekian dulu perjalanan saya bersama komunitas road show puisi kalimantan selatan – banjarbaru dan anak-anak murid dari SDN cempaka 2.
Harapan :
Harapan :
Semoga tugu monumen intan trisakti bisa mendapatkan perhatian lebih baik dan untuk pendulang,semoga semakin makmur, jaya dan sejahtera. amin .
Home
Daftar Isi
Hiburan










