Tolong Kembali

Tahun-tahun sudah berlalu
Bila kau datang kembali,peluk erat aku
Disini aku masih menunggu,ya tentu kumerindu
Ingin kulihat senyum diwajahmu
Tapi,itu hanya sebuah angan
Kau tak pernah kunjung datang kembali
Hanya dalam sebuah khayalku saja
Kau datang kembali,kemudian pergi
Waktu perlahan menghapus rasa dan ingatan
Semua berbeda,tak pernah lagi sama 
Ku ingin hanya katakan padamu
Masihkah kau ingat wajahku…..
Masihkah kau merindukanku…..
Kembalilah,sebab aku masih disini

Agenda Kegiatan Dalam Rangka Hari Nusantara 2014

 
- Festival Teater Mamanda Se-Kalimantan Selatan
Kamis - Sabtu, 27 - 29 November 2014
pukul 20.00 s/d selesai
di Halaman Pasar Limbur Raya, Kotabaru


- Atraksi Titi Tali Suku Bajau
Jum'at, 5 Desember 2014
di Siring Laut, Kotabaru

- Festival Tari Melayu/Pesisir/Japin se Kalimantan
Sabtu - Minggu, 6 - 7 Desember 2014
pukul 20.00 s/d selesai
di Siring Laut, Kotabaru

- Lomba Perahu Katir
Sabtu, 6 Desember 2014
pukul 09.00 s/d selesai
di Pulau Laut, Kotabaru

- Pawai Budaya/Festival Budaya Saijaan (FBS) 2014
Minggu, 7 Desember 2014
pukul 09.00 s/d selesai
di Siring Laut, Kotabaru

- Pagelaran Kesenian Daerah
(Musik Etnis, Mamanda, Tari Daerah, Wayang Kulit)
Senin, 8 Desember 2014
pukul 20.00 s/d selesai
di Siring Laut, Kotabaru

- Sepekan Hiburan Rakyat
(Expo Hari Nusantara 2014)
9 - 12 Desember 2014
pukul 10.00 s/d selesai
di Siring Laut, Kotabaru

- Festival Budaya Laut
(Lomba Lagu Alahai & Senandung, Lomba Menyusun/Merangkai Bagang, dll)
10 - 12 Desember 2014
pukul 20.00 s/d selesai
di Siring Laut dan Pantai Gedambaan, Kotabaru

- Upacara Puncak Peringatan Hari Nusantara Tahun 2014
hiburan : Gelar Tari Kolosal Hari Nusantara, Musik Daerah, Sinoman Haderah, Tari Tepuk Mayang, dan lain-lain
Sabtu, 13 Desember 2014
pukul 09.00 s/d selesai
di Siring Laut, Kotabaru

Info saya dapatkan dari  Pariwisata KotaBaru , Terimakasih.

Sebuah Foto

Dilemari tua kamar,kutemukan sebuah foto “KITA”
Kembali teringat cerita lama…..yang terkubur bersama waktu
Bayangmu kembali dibenak pikiranku
Kenapa selalu saja sama….apakah itu rindu

Teringat ucapmu…..biarkan waktu yang menentukan
Teringat jawabku…..waktu hanya akan menenangkan
Hingga kita akan saling belajar melupakan dan ikhlas
Kenapa selalu saja sama…..sibuk dengan ingatan itu

Suara jarum jam perlahan meninabobokanku
Hinggaku terlelap diranjang kamar kumuh ini
Dengan sebuah foto ”KITA” dipelukanku
Kenapa selalu saja sama

Kabut Asap Masih Selimuti Kotaku

 

Terdengar sepanjang jalan hanya suara “uhuk uhuk”
Sesak nafas…..tak kuat menghirup udara bercampur kabut asap
Mata merah seperti marah,nyatanya karena kabut asap
Tak ada nikmatnya udara malam, dini hari ,siang
Semua…..hanya diselimuti kabut asap

Seketika kabut asap menipis,nyatanya hanya sesaat
Binatang malam pun tak lagi menari dibawah sinar rembulan
Nyatanya sinar rembulan pun tak ada
Tertutup oleh pekatnya kabut asap

HAI! tangan tak bertanggung jawab…..
HAI! apakah matamu melihat…..semua ulahmu
HAI! orang-orang mengeluh…..semua ulahmu
HAI! semua terlihat menyedihkan


"Hentikan pembakaran hutan dan lahan! Udara di wilayah kami tak lagi bersahabat!." 

Bertambahnya Usia

Alhamdulillah,waktu memang begitu cepat berlalu,ada suka dan duka,terimakasih ya allah masih di beri kesehatan dan nikmatMU sampai saat ini,dan mama abah,buncit,sahabat-sahabat atas doanya.


di usia yang sekarang tentunya masih di beri kesempatan untuk meningkatkan amal dan ibadah kepada Allah dan semoga selalu dapat berkarya,membahagiakan orang-orang di sekitar,di limpahkan rezeki yang halal (berkah),Impian yang masih belum tercapai semoga selalu di mudahkan Allah SWT.amin.

Poetry In Action At Mingguraya Dengan Tema "Kabut Asap Duka Bahasa Banjar Lupa Gemerisik Getar Kuriding"

Mingguraya, 24 Oktober 2014 -- Pukul 20:30 Wita
Agenda Poetry in Action bulanan di Panggung Bundar Mingguraya, mengangkat tema: “Kabut Asap Duka Bahasa Banjar Lupa Gemerisik Getar Kuriding”, yang insya Allah dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2014, pukul 20:30 s/d Selesai. Merupakan kebahagian bersama adanya partisipasi untuk pengisi acara, seperti tampilan tradisi lisan, musikalisasi puisi, baca puisi, teater (petilan), teatritikal karya sastra, monolog, dan lainnya. Terbuka untuk umum dan bersifat partisipatif.

Bulan Oktober mengingatkan pada sumpah pemuda (28/10) dan merupakan bulan bahasa, namun duka merayap lembut menyergap masyarakat Kalimantan Selatan; halimun gelap menyusup dalam udara seakan tiada bahasa pantas mengungkapkannya.

Lihatlah, Hulu Sungai Tengah menyerahkan lahan sekitar 48 hektar hanya untuk tambang gamping memenuhi kebutuhan bahan bangunan dengan mengabaikan potensi marmer dan dampak harga eksternal bermata duka dan lara. Lahan-lahan persawahan di Gambut begitu mudah berubah peruntukannya, menjadi bangunan-bangunan dengan pola pikir yang sama. Begitu juga desa-desa di Balangan harus mengalah pada pertambangan yang harganya terbatas, sedangkan desa produktif tiada terbatas, seakan bahasa yang ada adalah kuasai, kuras, dan kabur; kabut asap.

Bahasa Banjar sedang berduka, tiada mampu menahan atau membela keindahan alam dan martabat penggunanya. Gemericik masih terdengar, getar kuriding tetap dapat menembus kabut asap, tiada duka mengekang bahasa ibu, jadi adakah bahasa perlawanan yang bermartabat melalui bahasa Banjar? Badai alami pasti berlalu, badai kedukaan bahasa hanya berlalu jika di dalamnya muncul bahasa perlawanan. Puisi, di mana Anda sang bahasa Banjar?

Anda dipersilahkan mengungkapkannya lewat puisi atau penampilan teater (petilan)/monolog, atau bentuk lainnya, tentu sangat membanggakan jika Anda membacakan puisi karya Anda sendiri yang berhubungan dengan tema di atas, namun silakan membacakan puisi karya orang lain atau Anda yang menulis puisinya dan teman Anda yang membacakannya.

Penyelenggaraan kegiatan ini terlaksana atas dukungan donasi banyak pihak. Donasi atau hadiah (seperti buku) dapat diserahkan langsung pada saat acara, atau menghubungi pelaksana (Hp. 05117480441 atau 085246955352). Kegiatan bulanan ini masih mengharapkan donasi untuk menambah peralatan pendukung lainnya, seperti sound system dan penyelenggaraannya. Terima kasih kepada donatur Dewa Pahuluan dan penyumbang buku hadiah Taberi Lipani, Selvia Stiphanie, Zulfaisal Putera (Majalah Horizon), Dewa Pahuluan, dan hadian kaos Amanda Nasution, juga kudapan dari rombongan Barabai (Lapak Seni dan Sastra Dwi Warna), serta semua pihak yang telah mendukung acara pada bulan September 2014.

Bagi Anda yang berkenan membawa makanan ringan (kudapan) dipersilakan. Juga berharap sumbangan acara dari dangsanak sabarataan (sanggar/teater/kelompok/komunitas/dll) yang disesuaikan tema acara dan dikoordinasikan sebelumnya.

Kehadiran Dangsanak Sabarataan adalah puisi dan tradisi itu sendiri.

(Akademi Bangku Panjang Mingguraya)

Cc: Turut mengundang:
Dewan Kesenian Kota Banjarbaru.

Banjarbaru, 24 Oktober 2014


Sumber  : Poetry In Action At Mingguraya dan Masyarakat Sastra Kalimantan Selatan

 
oh andrian © 2014 - 2020 | All Right Reserved