Road Show Puisi Banjarbaru - di Tempat Pengolahan Akhir Gunung Kupang

Kutipan dari Road Show Puisi Kalimantan Selatan - Kita tulis dan bacakan puisi. Kita keliling dari satu tempat ke tempat lainnya. Mengenalkan suatu tempat dengan keindahan syair puisi. Mari bergabung dan rasakan kenyaman hati. 


Selamat Datang di TPA 

Kamis, 04-06-2015 jadwal Road show puisi yaitu di tempat pengolahan akhir yang terletak di Gunung Kupang, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. 

Banyak hal baru aku dapatkan saat ikut road show puisi ini, terutama dapat teman-teman baru dan tentunya banyak dapat ilmu baru. membaca puisi tidak sekadar membaca, tapi juga harus dapat menyampaikan makna dari setiap katanya. membaca puisi juga tidak perlu didengar orang banyak, jangan pernah takut atau malu untuk membaca puisi.  hari ini Road Show Puisi Banjarbaru memiliki tujuan untuk membaca puisi yaitu Tempat pengolahan akhir gunung kupang. disana hanya ada tumpukan sampah yang menjadi panggung, penonton dan aroma sampah yang dihembuskan oleh angin adalah tepukan tangan.


Tumpukan sampah begitu banyak, seperti gambar diatas adalah sampah dari warga banjarbaru yang dikumpulkan di TPA ini, kemudian dalam penanganan sampah menggunakan Sistem "open dumping" adalah menangani sampah dengan cara menumpuk dan mengumpulkannya dalam satu lubang galian berukuran besar kemudian menimbunnya menggunakan tanah sehingga diproses secara alami dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan.

Dan ini adalah foto-foto saat baca puisi secara bersama di Tempat Pengolahan Akhir Gunung Kupang.

untuk foto yang lainnya silahkan kunjungi group RSP KALSEL

Banyak kejadian lucu saat baca puisi di tempat ini yaitu aroma sampah yang begitu nikmatnya membuat sebagian teman-teman RSP Bjb ada yang mual, tidak hanya aroma sampah tapi lalat-lalat yang terbang juga banyak jadi ditelinga seperti suara helipkopter dan sebagian menyaksikan dari kejauhan. tapi walaupun baca puisi di tempat sampah, banyak hal baru tentunya yang belum pernah dirasakan saat membaca puisi seperti di panggung atau cafe.

Jangan lupa baca artikel selanjutnya RSP Banjarbaru di Waduk Riam Kanan.

19 komentar:

  1. keren, tapi kok kuat ya di tpa gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. aroma tumpukan sampah memang tidak nikmat,dengan mencoba hal seperti ini,maka akan terasa nikmat.

      Delete
  2. Tampil beda sih dan maksudnya baik supaya lebih peduli sama lingkungan cuma kok harus didepan tumpukan sampah yah?Konsennya bisa ilang tuh saat baca puisi apalagi kalo ada hewan hewan yang berterbangan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya jadwal road show puisi saat itu tujuannya TPA mas.
      sebagian ada yg kurang konsen tpi sebagian ada yg kuat kok :)

      Delete
  3. Ide yang kreatip. bisa jadi penghayatan membacanya lebih dalam lagi nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mang,kapan2 ayo ikut gabung menikmati keindahan sekitar kota kita, sekalian baca puisi :D

      Delete
    2. pengen sekalian liburan dgn anak2. hehehe tp jgn yang tempat sampahlah. yang indah

      Delete
  4. Kenapa harus di TPA mas tempatnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena di TPA tsbt ada sesuatu yg ingin disampaikan.

      Delete
  5. unik juga kreatifitas para puisier Banjarbaru ya, baca puisinya di tumpukan sampah, pasti makna yang ingin digali sangat dalam diantaranya.

    boleh saran dong...gimana kalu tulisan artikelnya di gedein dikit, supaya mata saya yang udah plus ini enak menikmati tulisan artikelnya...hanya usul demi kemajuan blognya juga kok...maaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang ada makna yang ingin digali dari pembacaan puisi di TPA.

      siappppp kang te,maaf ya kalo jadi bikin mata akang sakit :D
      sekali lagi terima kasih kang te.

      Delete
  6. Lah ini malah ekstrim... Baca puisi ditumpukan sampah. Angkat topi untuk teman-teman ini :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mas main2 ke kota banjarbaru - kalsel,harus cobain baca puisi ya,di suatu tempat yg belum mas rasakan :p

      Delete
  7. yakin deh, saya nggak kuat untuk berdiri di sana.

    itu sampah banyak banget, terus baca di sana.
    yg ada sibuk nutup hidung ketimbang baca puisi

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak kok saat baca puisi nutup hidung termasuk aku mas hahaha

      Delete
    2. nggak konsen dong bacanya

      Delete
    3. sebagian ada yg konsen mas,tpi kalau aku masih belum kuat xD

      Delete
  8. Bener-bener unik. Btw itu anggota komunitasnya banyak ya?? Cuma saran aja, itu kursornya gambar foto gitu, agak sulit mencari kursor yang tanda panah. Makasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah akhirnya ada yg kasih saran untuk kursor di blog aku,terima kasih mas hendra :D

      Delete

tolong jangan porno,rasis,meninggalkan link aktif dan no telp mantan!

 
oh andrian © 2016 | Template By IVY Themes | Re-Design By @ohandrian