Penganggur Di Kota

Kota macam apa ini,penggangur semakin bertambah
Dimana lapangan kerja,apakah sudah tak ada lagi
Sedangkan mobil-mobil mewah terus bertambah
Menghiasi jalan kota yang semakin sempit dan berisik

Dibawah panasnya sinar matahari,masih saja berusaha mencari kerja
Hanya untuk mendapatkan kesempatan bekerja dan tentunya sedikit uang
Begitu sulitkah mencari kerja di kota ini
Mengerikan…..jas tuan itu masih begitu rapi dan bibir nyonya itu masih merah merona

Sedangkan penganggur dengan baju lusuh dan wajah yang pucat
Sesekali tersenyum hanya untuk menghilangkan rasa jenuh
Sesekali berteriak hanya untuk melepas kegelisahan
Sejenak kembali berdoa,memanjatkan doa yang selalu saja sama

Malam hari pun hadir menemani rasa gelisah penggangur
Menghabiskan waktu malam dengan secangkir kopi hitam
Berkumpul dengan teman bercerita dan tertawa seakan tak ada beban dalam diri
Wajah gelisah pun tak begitu jelas terlihat

Tapi…..terlintas sejenak dalam ruang pikir saat dinginnya angin malam yang sibuk terus menghantam tubuh
Bagaimana dengan besok hari,masihkah harus selalu berulang untuk mencari kerja
Tanpa ada hasilnya…..
Atau berhenti sejenak untuk mencari kerja

Bukan karena tidak ada keahlian penggangur bertambah
Bukan juga karena miskin ilmu penggangur bertambah
Apa yang salah,apa yang salah dari penggangur
Kembali terlintas dalam ruang pikir,bagaimana dengan membuka usaha sendiri

Berharap hari-hari agar tidak selalu berulang mencari kerja
Berharap agar tidak selalu berulang menghabiskan waktu malam
Dengan hantaman angin malam
Di kota ini…..yang tidak pasti dengan lapangan kerja

“Buat penggangur yang masih saja sibuk mencari kerja, bagaimana dengan membuka usaha sendiri saja, walaupun kecil, tetap semangat, perlahan-lahan hingga menjadi besar dan bisa membuka lapangan kerja, tanpa berharap dari tuan berdasi dan nyonya berlisptik merah merona, yang tidak pernah memikirkan nasip seperti penggangur”

49 komentar:

  1. puisi yang benar-benar sesuai dengan realita masa sekarang yamas,harus meneliti lebih lanjut kenapa banyak pengangguran seperti ini.

    oya salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas,masih harus diteliti lagi :)
      terima kasih ya mas yanto.

      Delete
    2. karena teliti itu indah

      Delete
    3. setuju sama mas zach :e

      Delete
    4. jadi siapa nih yang mau neliti

      Delete
  2. Lama banget nggak merangkai kata seperti ini, keren mas isi puisinya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. temen siapa duluu

      Delete
    2. teman sijagoan kecil dan bapaknya hahahha
      mari kita rangkul semuanya mas,untuk jadi teman :mj

      Delete
    3. Haaaaa, pokoknya keren mas

      Delete
    4. betul keren banget puisinya, penganguran semakin bertambah

      Delete
  3. ya, saya setuju point membuka usaha sendiri saja.
    itu yang diharapkan dari para angkatan kerja sekarang ini.
    point banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah terima kasih mas zach sudah setuju dengan point membuka usaha sendiri,karena sangatlah penting.

      Delete
    2. ia itu penting. sudah kbanyakan yang perlu kerja. sementara yang membuat kerjaan masih kurang

      Delete
  4. 3 tahun yang lalu nih kondisi saya kayak gini...merawa terwakili. #uhuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bagus deh kalau puisiku mewakili perasaan mas uyo :e

      Delete
  5. ya mending memang buka usaha sendiri

    ReplyDelete
  6. sungguh kejam negri kita ini, kemakmuran rakyat terabaikan.tuan berdasi sudah gila..

    ReplyDelete
    Replies
    1. untung saya ngga pernah punya dasi

      Delete
    2. saya juga ga punya.ehehe

      Delete
    3. ah si mas hendri dan cilem bisa saja hehehe

      Delete
  7. Pemerintah harus melarang perusahaan yang menggunakan robot, karena bisa membuat pengangguran semakin banyak,

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi robot gedek deh

      Delete
    2. gimana kalo transformer ya?

      Delete
    3. wah jangan pakai transformer,kalah saing robot yg ada di indonesia xD

      Delete
  8. Sarjana pun bukan jaminan memudahkan datangnya pekerjaan -_-

    ReplyDelete
  9. Bener banget -____-
    secara masih nganggur juga saya

    ReplyDelete
  10. “Buat penggangur yang masih saja sibuk mencari kerja, bagaimana dengan membuka usaha sendiri saja..."Skak mat buat yang masih nganggur hanya nunggu jadi karyawan kenapa tidak langsung jadi bos saja dengan buka usaha sendiri

    ReplyDelete
  11. baca puisi ini jd inget saat2 dulu masih cari kerjaan... :) kirim banyak lamaran, interview, ditolak, tapi 6 bln kemudian, hasilnya berbuah manis :) Semangat ya yg lg nyari kerjaa ^o^ Pasti nanti ditunjukin jalan..rezeki ga kemana kok :)

    ReplyDelete
  12. sindiran yang menohok banget mas...

    "kota macam apa ini?"

    *set dah, bacanya gimana gitu :)
    he he he

    ReplyDelete
  13. asik pusisi bertuturnya. xD kalo yang saya denger sih, mereka mencari kerja untuk menambah pengalaman sehingga saat merasa cukup, mereka akan memantapkan diri untuk membuka usaha sendiri. tau deh bener apa kagak.

    ReplyDelete
  14. semakin tahunnya angka pengangguran semakin besar. Puisinya kren kang . dalem bener kata"nya hehe

    ReplyDelete
  15. maka sebaiknya usahakan berkeasi dan berinovasi dan ngga mikir mencari kerja tapi menciptakannya

    ReplyDelete
  16. pasti banyak yang terwakili perasaannya dengan puisi ini :D
    entah kesindir XD ya memang mending usaha sendiri, jadi bos

    ReplyDelete
  17. Sebenarnya...lapangan kerjaan itu banyak mas, cuma kita gak tau dimana tempatnya..nah...itu dia...hehehe

    ReplyDelete
  18. Bukak usaha jugak punya resiko bangkrut.. Mana butuh modal lagi.. Itu mungkin alesan banyak orang masih lempar lamaran kerja sana sini :D

    ReplyDelete
  19. Pengangguran di kota lebih berbahaya kalau saya pikir dibanding di desa.

    ReplyDelete
  20. Jalan keluarnya ya itu, wirausaha :))

    ReplyDelete
  21. pernah nganggur mpe 6 bulan aku

    ReplyDelete
  22. keren sekali mas, saya suka saya suka

    ReplyDelete
  23. yang keren membuka usaha sendiri mas, kemudian membuka lowongan untuk penganggur lain.
    Semangat!

    ReplyDelete
  24. Harus berani mengubah pola pikir mas demi baiknya masa depan. Puisinya keren mas.

    ReplyDelete
  25. Puisi yang sangat membangun

    ReplyDelete
  26. kita harus bisa membangun usaha sendiri, dan mulai merekrut pagawai agar bisa mengurangi tingkat pengangguran ya mas..

    ReplyDelete
  27. Semoga perjuangannya enggak kandas di tengah jalan dan segera Ilahi beri pekerjaan yang cocok dan yang terbaik kita mas. Btw, puisinya dalam pemilihan katanya sangat mengena sekalipun dengan kalimat sederhana, bukan majas. ^.^

    Ditunggu juga kedatangannya.

    ReplyDelete
  28. udah banya sepertinya pusisinya mas...bisa jadi koleksi juga ni.

    Salam kenal

    ReplyDelete
  29. Sebenarnya lapangan kerja sih banyak. Namun upah yang tidak layak seringkali membuat orang terpaksa mending pilih menganggur.. :(

    ReplyDelete
  30. Di Jakarta, kalo sdh dapet kerja dan gajinya cocok, kudu dipegang ketat, krn susah cari kerja...;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengangguran akan berkurang jika mereka mampu membaca peluang untuk membuka dan menciptakan lapangan kerja baru. Tidak sekedar fokus mencari kerja terus-menerus. nice post :D

      Delete

tolong jangan porno,rasis,meninggalkan link aktif dan no telp mantan!

 
oh andrian © 2016 | Template By IVY Themes | Re-Design By @ohandrian